KIRI (Potongan Cerpen)


Arif tinggal di sebuah kampung tenang yang rimbun dengan pohon rambutan, kelapa dan bunga kertas merah muda. Selain keanggunan kampung, ia dididik dengan berbagai norma yang sangat ketat. Selama ia kecil, semua yang diajarkan oleh ibunya ia terima dan dilakukan dengan terbiasa. Namun, sekali waktu ada yang mengusik kepalanya. Waktu itu ia menyaksikan dengan jelas bagaimana teman sebaya Arif dimaki oleh ayahnya karena menggunakan tangan kiri saat meminta uang jajan.
Pada saat itu Arif mendengar, “Jangan sekali-kali kau menggunakan tangan kiri lagi, atau tanganmu habis kutebas!” Setelah menyaksikan dari jarak yang tidak terlalu jauh, Arif berdiri ketakutan, lalu menyandarkan badan pada ibunya. Ia bertanya dengan polos.

“Bu, kenapa tidak boleh menggunakan tangan kiri ?”


           Baca Selengkapnya di Google Play

Comments

Popular posts from this blog

Caina Herang Laukna Beunang

Menunggangi Gunung

Buku Puisi Dengan Tidak Sengaja