Caina Herang Laukna Beunang



Pribahasa Sunda ini sering kita dengar pada pidato-pidato atau ungkapan sehari-hari, yang maknanya adalah kita mendapatkan sesuatu tanpa meninggalkan akibat buruk pada sekitarnya. Atau jika dimasukan ke dalam bahasa Rusia, berarti получать вещи, не оставляя плохих последствий для окружающей среды.

Jika kenyataan sekarang kita selalu ambisius terhadap pencapaian, baik berdaulat secara ekonomi, pangan atau kekuasaan. Maka, sudah sepatutnya kita memikirkan terlebih dahulu seperti apa imbasnya terhadap  alam dan manusia. Kita bisa menjadi pengusaha, tentara, politisi atau Presiden. Tetapi apakah posisi tersebut bisa menjamin bahwa tetangga kita bisa makan? Apakah menjadi pengusaha mobil bisa menjamin bahwa kualitas udara di kota bisa bersih?

Sebelum bertindak, ada baiknya kita berpikir terlebih dahulu, apakah keputusan kita akan memberikan dampak buruk? Bagaimana jika yang kita bicarakan dapat menyakiti seseorang? Bagaimana jika yang kita anggap baik justru menurut orang lain adalah buruk? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan sebuah Ihtiyat atau sebuah kehati-hatian, agar di kemudian hari kita tidak tertawa di atas penderitaan orang lain.

Manusia dengan segala potensinya menyatu ke dalam dua energi. Positif dan negatif. Caina herang laukna beunang adalah sebuah upaya untuk meminimalisir tumbuhnya Joker-joker baru karena sebuah fractal, energi negatif yang terlalu berlebihan. Fractal yang tidak pernah disadari oleh pendidikan, orang tua bahkan pemerintah.

Begitu pula dengan Self Interest yang dibicarakan oleh Adam Smith memang perlu untuk membuktikan bahwa kita adalah manusia. Tetapi self interest itu akan memberikan efek buruk terhadap peradaban, jika tidak dibentengi dengan kesalehan sosial dan kesalehan lingkungan. Kita ingin kaya, tetapi dengan cara mengeruk alam dan membakar hutan, tentu akan memberikan dampak buruk bagi ekosistem dan lahan produktif pertanian.

Produksi, konsumerisme, kapital, kepemilikan saham dan lain-lain adalah self interest yang perlu dikendalikan. Sama halnya dengan Polisi Tidur, Cak Nun pernah bilang bahwa masyarakat harus dipolisi tiduri, agar tidak terlalu kencang membawa motor juga menjaga agar tidak terjadi kecelakaan.
Artikel ini saya dedikasikan untuk acara Maiyah di Tasikmalaya. Terima kasih :)

.






Comments

  1. Replies
    1. Hehe sayangnya iya nih orang sunda. Salam kenal, terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  2. bener semuanya pasti ada sebab akibat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menunggangi Gunung

Buku Puisi Dengan Tidak Sengaja