Buku Puisi Dengan Tidak Sengaja



Buku yang terbit secara prematur, namun terlahir secara sempurna dan teratur. Buku yang ditulis oleh beberapa penyair musiman, meski hanya sebatas antologi puisi, tetapi banyak mengangkat isu kemanusiaan dan pencapaian makna akan kehidupan. Buku berjudul "Dengan Tidak Sengaja" Ditulis oleh Egi Azwul, Ceng Romli dan Rofi Fasolinanda.

Ide membuat buku puisi ini sebetulnya adalah ajakan dari Rofi. Dia merasa resah, selama di Jogja tidak pernah menghasilkan apa-apa, sementara tulisan puisinya sudah menumpuk. Setelah itu, dia pun mengajak saya dan Ceng Romli untuk mengumpulkan puisi dan menjadikannya buku. Pada proses penerbitan buku ini kami sangat deg-degan. Kami benar-benar tidak tahu menulis buku puisi yang baik itu seperti apa. Nah keresahan-keresahan itu kami coba lawan dengan logika-logika sederhana, apa salahnya kalau kita mencoba?Tanya Rofi.

Sebelumnya Rofi sudah berdiskusi dengan kawannya di penerbit Cupid, dia menjelaskan bahwa proses penulisan buku tidak serumit yang dibayangkan. Yang diperlukan adalah kumpulan puisi dari tiga orang penyair, setelah itu baru menyetorkan cover buku. Selain itu semuanya diatur oleh penerbit Cupid, yaitu layout dan pengurusan ISBN. Akhirnya kami pun mengumpulkan puisi dengan tergesa-gesa, yang penting jumlah puisi dianggap cukup dan banyak.




Setelah buku puisi itu diserahkan secara draft, saya sendiri sangat gelisah, takut ada tulisan-tulisan yang sifatnya curhat pribadi atau salah ejaan. Tetapi kami bertiga mencoba meyakini bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya buku Dengan Tidak Sengaja terbit. Ketika kami datang ke penerbit Cupid, penuh rasa bahagia dan bangga. Kami sentuh buku kami yang panas itu sambil bertatap-tatapan dan berpelukan. Akhirnya, buku kami terbit juga.

Setelah buku puisi ini kami pegang, kami berencana akan merilisnya di Tasikmalaya, kebetulan kami saat itu tinggal bareng di asrama mahasiswa Tasikmalaya. Dengan penuh dukungan warga mahasiswa Tasikmalaya, akhirnya kami merilis buku tersebut di Saung Gunung Jati, Kota Tasikmalaya. Namun, sayangnya kedua penulisnya tidak hadir, yang hadir cuma saya sendiri.

Waktu itu pembedah buku puisinya adalah Muhammad Chandra Irfan (ISBI Bandung), M Ilham (Aktor) dan moderatornya adalah Epip dari Uin Jakarta. Dalam perilisan buku tersebut dahadiri oleh banyak kumpulan mahasiswa yang berasal dari Tasikmalaya. Diantaranya adalah KPMTY (Keluarga Pelajar Mahasiswa Tasikmalaya-Yogyakarta) IMT (Ikatan Mahasiswa Tasikmalaya) dan Himalaya (Himpunan Mahasiswa Tasikmalaya). 







Comments

  1. Mas, kalau mau beli bukunya bisa pesan kemana ya?

    ReplyDelete
  2. Bukunya sudah habis, belum dicetak ulang. Insya Alloh kalo dah ada saya kabarin ya, terus pantau blog kami. makasih :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Caina Herang Laukna Beunang

Menunggangi Gunung