Wawancara Kemerdekaan (Tahun Lalu)
Menuju pesta pora kemerdekaan
Indonesia, kali ini penulis mengajak pada jiwa-jiwa yang galau untuk merumuskan
kembali apa makna "merdeka" sesungguhnya. Tidak usah bilang merdeka
deh kalau masih stalking medsos mantan, atau bikin lagu galau sambil nangis di
trotoar. Hmm.
Semoga tidak berkaitan, saya mau bercerita kejadian
tahun lalu, mungkin sebelumnya saya tidak perlu minta ijin ya, karena sudah. Saya mendengarkan teman-teman saya yang sedang membicarakan edukasi,
spiritual dan teknik menghipnotis yang sesuai syariah. Di antaranya ada Harik,
Cho, Novan, Ana, Mang Ucuy, Marten, Cicak dan semut di dinding. Tiba-tiba
datang ilham, bukan si Ilham, tapi ilham keisengan saya untuk wawancara
imajiner atau interview mendalam dengan penuh semangat nasionalisme. Materi interviewnya tidak aku tulis, sengaja biar
lupa atau biar bebas apa yang mau aku
bicarakan.
Materi pertanyaanku sebenarnya sederhana ; Pertama,
apa makna merdeka secara personal ? Kedua, bagaimana melanjutkan semangat para
pahlawan ? Ketiga, bagaimana reaksi pararedoks dari iodium dan natrium
tiosulfat ? Pertanyaan terakhir tidak sempat aku sampaikan, males mikirnya.
Pokoknya kita fokus ke pertanyaan pertama dan kedua.
Dari berbagai latar belakang pendidikan dan
pengalaman, teman-temanku memang luar biasa, mereka ternyata bisa menjawab
keisenganku, aku pikir mereka mengabaikannya. Saya tulis profil singkat mereka biar bisa kenalan, sekalian aku link ke Facebook mereka. Boleh ya ? Boleeeeehhh.
Choirul Anwar, alias Cho. Punya sindikat penjualan
mie dan bakso Cow, katanya berformalin tetapi halal, dulu warungnya tepat di samping
kampus Uii Ekonomi, sekarang mungkin sudah pindah ke Vietnam. Cho adalah pelukis handal, beberapa karyanya pernah
dipamerkan dengan rendah hati di beberapa pameran terkenal di Yogyakarta.
Menurut beliau, Merdeka adalah saat selesai makan daging kambing berdua dengan
pacar. Dan kesimpulannya, saat kita merdeka, maka pada saat itu juga merasa
terjajah. Dan untuk mengapresiasi para pahlawan dengan cara biasa saja, karena
pahlawan beliau yang sesungguhnya adalah keluarga. Cukup menarik dan lumayan
rumit.
Harik, seniman berambut gondrong dengan berbagai
kemampuan dalam menguasai alat musik, di antaranya : gitar, kecapi, suling,
saluang dan banyak lagi. Dilihat sekilas, Harik ini mirip dengan vokalis The
S.I.G.I.T. Semoga Rekti tabah karena sudah menyekutukan kecoolannya. Menurut
Harik, dia belum sempat memaknai merdeka, karena lagi sibuk. Sesibuk apa kamu
Hariiiik ? Hahaha. Kata dia, belum sempat memikirkan, tapi pada intinya
merdeka adalah menerima hidup. Jawaban yang super sekali.
Selanjutnya ada Novan atau Gharuk alias al Gharuk
bin Laden. Dia adalah pelukis handal, lukisannya abstrak dan absurd, karyanya
sudah banyak beredar di dunia maya dan juga pernah mengikuti berbagai macam
pameran. Menurutnya, merdeka itu dinamis, merdeka, tambah merdeka dan terus
tambah merdeka. Sedangkan untuk melanjutkan para pahlawan dia mengamini, yaitu
dengan cara membangun kesadaran diri bukan melihat baik dan buruk yang penting
berbagi. Jawaban unik.
Marten Bayu Aji, alias Roy Marten, alias Marten Luther
King, alias Marten Lah Kemari Hey Hey Hey Hey Kawan. Dia sang pembuat berbagai
macam instalasi, pokoknya Mac Givernya Indonesia, segala alat bisa ia sulap
menjadi hal yang berguna. Menurutnya, merdeka adalah ketika melakukan sesuai
deadline. Sedangkan untuk melanjutkan semangat pahlawan, yaitu dengan adanya
deadline lagi, lagi dan lagi. Lumayan keren.
Yusuf Safari atau Uchuy, pokoknya Siti Zulaikha
sangat tergoda dengan kegantengannya. Dia musisi handal, mempunyai band
Minggu Pagi, dia adalah direktur Youthcoop Kampung Halaman. Selain musisi, dia
adalah perancang konsep dan pemikir ulung tetapi juga sekaligus eksekutor.
Ketika saya tanya mengenai merdeka, dia menjawab bahwa dengan mempunyai anak,
itu sudah melebihi kata merdeka. Dan ketika ditanya bagaimana apresiasi kepada para
pahlawan adalah dengan bisa mengajarkan pelajaran hidup pada anak. Jawaban yang
keren, salam untuk Arda dan Ardi, mang.
Mungkin itulah beberapa jawaban dari kawan-kawanku
tentang makna "Merdeka", mohon maaf jika ada kesalahan penyebutan nama
dan gelar, karena itu disengaja. Semoga kemerdekaan Indonesia yang ke -71 bisa
membuat berkah dunia dan akhirat. Merdeka !!!!

Comments
Post a Comment