NEMBANG DI CIKEMBANG


Kabupaten Tasikmalaya mempunyai potensi pariwisata yang sangat luar biasa, termasuk Curug Dengdeng yang berada di Kecamatan Pancatengah. Air terjun yang tak kalah menarik dibandingkan dengan Niagara di Amerika sana, ternyata mampu menyihir mata para pengunjung. Pada hari sabtu kemarin, 04/06/2016, sembari menyambut bulan ramadhan, para pemuda yang terkumpul dalam Ampats (Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Tasik Selatan) menggelar acara di Curug Dengdeng ini, dengan bertema kebudayaan Sunda dan menjaga alam sekitar, acara ini bernama Nembang Di Cikembang. 


Acara Nembang Di Cikembang ini dibuka oleh kepala Dinas Pariwisata Kab Tasikmalaya. Dimeriahkan oleh beberapa seniman Sunda, yaitu Karinding Tarawangsa, Sanggar Seni Katumbiri Unsil dan Sanggar Mandalasura. Musik yang dilantunkan oleh para seniman ini bertajuk tentang kesundaan, sesuai dengan tema acara yaitu Nampak Nincak Budaya Di Lemah Cai. Kegelisahan yang disampaikan merupakan respon terhadap budaya Sunda yang semakin luntur, begitu juga dengan berkurangnya nilai penghormatan kepada alam sekitar. Antusias warga sangat terlihat bagus, mereka berbondong-bondong melihat pementasan, ada yang menggelar tikar, ada juga yang menonton sambil pacaran.
Sajian makanan yang disajikan dalam kegiatan ini adalah makanan khas Sunda, seperti wajit, lapis, getuk, uras dan banyak lagi. Kuliner tersebut disajikan oleh panitia agar anak muda sadar dengan makanan khas terdahulu untuk tetap dimasak dan dimakan. Bagaimana pun, masakan ibu akan menempel di lidah dan tidak akan terganti kekhasannya.


Di sekitar area panggung pementasan, juga terlihat anak-anak muda tertawa sumringah bermain bola, engrang, kelereng dan permainan lainnya. Mungkin gagasan yang dimunculkan untuk menampilkan beberapa permainan ini merupakan pengingat kepada generasi selanjutnya, bahwa kita masih mempunyai permainan yang sangat menarik.


Adapun acara penutup dari Nembang Di Cikembang ini adalah menonton film bareng berjudul Kasepuhan Ciptagelar, karya Watcdoc. Semacam bioskop sederhana di tengah hutan dan aliran sungai Cikembang, untuk memberikan hiburan kepada masyarakat sekitar, juga sebagai edukasi betapa pentingnya arus infomasi melalui media film.

Egi Azwul

Comments

Popular posts from this blog

Caina Herang Laukna Beunang

Menunggangi Gunung

Buku Puisi Dengan Tidak Sengaja