Catatan Untuk Aku Di Masa Depan

Wahai kau Egi Azwul di masa depan, bagaimana kabarmu hari ini ? Sudahkan kau tersenyum dan bersyukur atas semua nikmat dan karunia dari Tuhanmu ? Mudah-mudahan kau selalu baik saja. Hari ini, Minggu 27 September 2015, di kamar si Sugih, Kontrakan kaliurang Km 10, aku duduk sambil mengisap rokok Gudang Garam Filter. Di halaman depan, kawan-kawan sedang bercengkrama sambil menikmati pemandangan sawah yang gersang, Azil, Congly, Jambrong, Aang dan Sambas. Kalau si Sugih sedang asyik memainkan komputer, browsing sana sini mencari informasi. 
Ah kau pasti merindukan suasana saat ini kan ?


Sebenarnya ada pekerjaan bikin film Behind The Scene LaBunyi, tapi rasa malas sudah berkumpul di kepala. Menikmati liburan memang sangat cocok di kontrakan ini, main game Heroes and General atau ngeYoutube dengerin band Suffocation dan Silampukau.
Sudah begitu banyak hal yang telah kita lewati Gi, tentu kamu juga ingat beberapa bagian penting sampai saat ini umur kita 25 tahun. Ada banyak tawa, kesedihan, cemas, aman atau bahkan kengerian sekalipun. Ah sudahlah, mantanmu memang banyak, dan mereka semuanya baik-baik saja.


Biar kau tahu saja, akhir-akhir ini aku termenung dan memikirkan kira-kira aku bisa mengingat lamunan ini enggak di masa yang mendatang ? Makanya aku menulis ini khusus untukmu di masa depan. Meski tulisan ini sedang kutulis, kalimat terakhir, kata terakhir dan koma terakhir, buktinya waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Tujuanku sebenarnya hanya ingin mengajakmu untuk melihat ke sekarang yaitu masa lalu kamu. Mungkin kamu lupa atau bahkan sudah tiada, aku berharap kau tetap menjadi pribadi yang baik, dan kau harus tahu bahwa hidupmu sangat bergairah. Teman-temanmu, keluarga, perempuan, perkuliahan dan kewajiban lainnya tidak pernah menuntutmu untuk melakukan apapun. Yang mengendalikanmu hanya pikiranmu. Semoga ketika kau membaca tulisan ini bisa tersenyum dan bisa mengenang semuanya. Sampai jumpa lelaki tua !!! :)
15:39, 27 September 2015, Yogyakarta.

Comments

  1. Dan kau harus tau, mang. Saat kamu tulis ini tulisan, aku sedang kehabisan air pas eek...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Caina Herang Laukna Beunang

Menunggangi Gunung

Buku Puisi Dengan Tidak Sengaja