Untuk Mas Kunting
"Setiap keyakinan selalu ada kewajiban" ucap mas Fj Kunting ketika kami makan berempat di warung lesehan, waktu itu ada mas Doni onfire, Sentot Yudi, dan saya sendiri. Tidak banyak yang saya ingat apa saja yang dibicarakan, namun kalimat tentang keyakinan dan kewajiban yang diutarakan mas Kun sangat membekas di kepala saya. Kalimat itu sederhana namun penuh pertimbangan filosofis, saya curiga, dalam hal apapun kita akan tunduk pada hukum itu, bahwa setiap keyakinan selalu ada kewajiban. Mungkin hukum mas Kun itu bisa disandingkan dengan hukum Newton atau Einstein sekali pun.
Hukum gerak Newton tentang hukum fisika yang menggambarkan bagaimana hubungan antara gaya yang bekerja pada sebuah benda dan gerak yang disebabkannya, suatu benda dengan gaya tertentu maka akan menghasilkan sebuah gerak. Ada lagi teori relativitas khusus dan umum dari Einstein, meskipun berbeda dengan hukum Newton, pada intinya dalam dunia fisika makrokosmos, setiap benda selalu bergerak pada dimensinya masing-masing. Begitu juga dengan seorang manusia yang memiliki unsur materi (benda) maupun immateri tentu memiliki gaya yaitu berupa keyakinan, sedangkan geraknya adalah sebuah kewajiban. Benar sekali apa yang dikatakan mas Kun.
Jika keyakinanmu dengan agama, maka kewajibanmu adalah beribadah, jika keyakinanmu adalah bermusik, maka kewajibanmu adalah berlatih dan terus berkarya, jika keyakinanmu menjadi penulis, maka kewajibanmu adalah terus menulis. Aku ingat lagu Sisir Tanah, "yang wajib dari rasa adalah luka", maka aku sepadankan dengan hipetosaku, maka jika keyakinanmu adalah cinta, kewajibanmu adalah luka. Sedikit curhat, Hahaha.
Jika dilihat dari leksikal bahasa Indonesia, kata “yakin” adalah sebuah kata serapan dari Bahasa arab yang artinya mengimani sesuatu dan letaknya ada di dalam hati. Kata "wajib" juga adalah serapan dari Bahasa arab, yaitu merupakan hal yang harus dilakukan, dalam keadaan apapun wajib tetaplah wajib, tidak bisa kurang, tidak bisa lebih.
Kira-kira seperti itulah tentang statement seorang mas Fj Kunting mengenai keyakinan dan kewajiban, saya ucapkan terima kasih karena sudah memberikan petuah-petuahnya yang sederhana. Mohon maaf saya tuliskan di sini, boleh ya mas Kun ? ah ga boleh juga sudah saya tulis. Hehe.
Salam Takdzim,
Egi Azwul Fikri
11:02 WIB, 1 July 2015, sedang haus
Comments
Post a Comment