Teknologi Digital Masa Kini
Teknologi
digital ibarat pisau, bisa digunakan untuk mengiris bawang, bisa juga dipakai
untuk membunuh orang. Karena teknologi bersifat netral, maka yang menjadi
pengendali sebenarnya adalah manusia itu sendiri. Dan akhir-akhir ini ada
kejadian pornoaksi dan pornografi dari sepasang selebritis yang mengguncangkan moral
nusantara, lantas siapa yang disalahkan dalam kejadian ini? Tidak perlu menyalahkan
siapa-siapa, yang harus kita lakukan sekarang adalah pengambilan pelajaran dan
hikmah atas kejadian itu. Karena sisi positif dan negative memang harus ada, demi menjaga kestabilan peradaban
manusia, begitu juga dengan teknologi
digital akan ada sisi positif dan sisi negatifnya.
Sebagai
homo educabile, manusia berpendidikan berhak memilih dan menentukan peranan
teknologi, yaitu untuk mempermudah tugas manusia dalam menjalankan
kehidupannya. Bukan berarti menghalalkan segala cara, tetapi memperlakukan
teknologi secara bijaksana. Manusia modern sudah sangat mudah menggunakan peran
iklan lewat koneksi internet, mendengarkan musik dan mengambil photo dengan
kamera handphone, dan banyak lagi hal-hal yang bersifat instan.
Pengaruh
positive dari teknogi digital adalah kemudahan manusia untuk mengakses segala
kebutuhannya dengan tidak mengeluarkan pengeluaran yang signifikan. Pada awalnya teknologi digital merupakan kebutuhan
tersier, kemudian berubah pesat menjadi kebutuhan primer umat manusia, maka
akan menjadi tuntutan untuk menguasai perkembangan teknologi digital ini. Mari
kita lihat perkembangan media informasi ataupun IT ke pelosok-pelosok tanah
air, dari anak muda sampai orang lansia sekarang sudah bisa menggunakan social
network seperti facebook atau twitter menggunakan handphonenya.
Perkembangan
ini sebetulnya sudah diprediksi oleh ahli komunikasi seperti Jalaludin rahmat (red), beliau mengatakan bahwasannya manusia
nusantara akan mencapai klimaks postmodernisme,
yaitu penguasaan terhadap teknologi baik berupa informasi ataupun bersifat
digital. Dan sekarang prediksi itu sudah terbukti, seperti yang saya jabarkan
di atas.
Adapun
beberapa pengaruh negatife dari perkembangan teknologi digital, yaitu membuat
manusia menjadi malas, tidak produktif, mengandalkan teknologi, tidak kreatif
dalam menciptakan inovasi baru, dan selalu terpacu atau mengedit ulang karya
orang lain. Dan yang sangat terasa yaitu kurangnya interaksi manusia terhadap
sesamanya.
Dan
jika dillihat dari sudut pandang developmentalisme, teknologi digital merupakan
penjajahan gaya baru yang masuk melalui kebijakan politik atau pemerintah.
Karena dalam sebuah Negara, politik sangat berpengaruh kuat terhadap
kebijakan-kebijakan terutama barang-barang yang bersifat digital, hingga
masyarakat sangat susah untuk secara langsung memfilter adanya pengaruh jelek
dari teknologi digital ini.
Erich Fromm pernah mengatakan dalam bukunya,
bahwasanya yang disesalkan dari sejarah manusia adalah ketika menjadi
budak, dan yang ditakutkan dari manusia masa depan adalah menjadi robot. Untuk beberapa
dekade kedapan, tidak menjadi mustahil manusia-manusia akan berubah menjadi
robot, hingga pada suatu ketika sisi kemanusian akan menghilang secara
perlahan.. Na`udzubillah……..
Kesimpulan
dari pemaparan di atas, yaitu teknologi digital mempunyai sisi positif dan negatif,
hingga pada akhirnya manusia itu sendiri yang menentukan kemana arah teknologi
digital ini. Karena manusia yang bijaksana bukan berarti menolak perkembangan
budaya luar, tetapi menerima apa saja yang perlu ditiru dengan tidak
menghilangkan budayanya sendiri.
Egi Azwul

terima kasih kakak,,
ReplyDelete:-D
gi, loe coll banget sih...
ReplyDeleteHAHAHA
untuk saudara rofi,,,
ReplyDeletedeadline tanggal 16 sekarang harus jadi...
:-D