Nasionalisasi Aset dan Turunkan BBM !
Keparat! itu adalah kata paling rendah dan sederhana untuk oknum penghisap rakyat. Masa BBM naik lagi? Tidak cukupkah pemerintah mencekik rakyatnya? Oh pemerintahnya sudah tuli? Atau ada campur tangan Amerika? Atau krisis Eropa? Kita tidak pernah tahu, apa yang sebenarnya terjadi di Indonesiaku ini. Krisis ekonomi, mental, sosial dan krisis segalanya, tetapi kita tidak bisa diam, dan tidak pernah bisa diam. Kita harus melawan opsi kenaikan BBM ini, dari seluruh lapisan masyarakat, pegawai negeri sipil, mahasiswa dan yang merasa dirinya manusia Indonesia. Mari kita galang suara paling keras untuk menolak kenaikan BBM ini.
Tentu masih ada sebagian orang yang masih ingat dengan statament Henry Kissinger "Barang siapa yang menguasai minyak maka akan menguasai negara, dan barang siapa yang menguasai pangan maka akan menguasai masyarakat"
Jika ini keputusan politik, nyatanya kita tidak bisa melawan politik dengan moral, tapi harus dengan politik lagi. Karena elit-elit politik di sana sudah khatam dengan pelajaran moral di luar kepala dan bukan di dalam kepala. Sebenarnya mereka lebih tahu tentang moral, etika, ahlak, tetapi ada yang menutupi kesemuanya itu, yaitu kepentingan. Kita seharusnya tahu betapa memalukannya prestasi periode presiden sekarang ini. Jika tidak bisa ditunggu, tidak perlu lagi kami menunggu kerelaannya untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden. Kalau tidak mau legowo turun, terpaksa kami turunkan secara paksa. Pram berkata "Didiklah rakyat dengan berorganisasi, dan didiklah pemimpin dengan perlawanan"
Saya punya solusi untuk pemerintahan sekarang, bagaimana kalau Petral dirombak kepengurusannya. kemudian Petral dipindahkan kantornya ke Indonesia, agar lebih transparan dan terkontrol. Kemudian, kontrak dengan Freeport sudahi saja, penangguhan kontrak hanya manipulasi, karena selama orde baru sampai sekarang sumber daya alam kita dikuras oleh pihak asing. Coba kita ingat-ingat lagi tuntutan reformasi, di antaranya adalah atur ulang BUMN, bersihkan korupsi di segala lembaga kenegaraan, dan terakhir adalah nasionalisasi aset perusahan yang ada di Indonesia.
Semestinya kita mencontoh people power filipina, dengan bermanuver dan teratur kita runtuhkan semua kekacauan ini.


Comments
Post a Comment