BACKPACKER BALI
Hurrah, aku sudah jalan-jalan ke bali bro! Tahun baru kemarin 1 Januari 2012 aku sudah merevolusi diri, ternyata aku bisa juga menginjakan kakiku di negri para dewa itu. Awalnya aku juga tidak percaya, kalo cita-citaku bisa tersampaikan. Dengan modal Rp 500.000, aku bisa menikmati kuta, kintamani, nusa dua, dan wisata birahi di Legian yang pernah di bom itu.
Perjalanan ini dimulai dengan ide busuk kawan saya, katanya "jalan-jalan ke bali yuk, ga perlu bawa duit banyak, yang penting keinginan yang berlimpah". Aku berpikir, iya juga. kapan lagi bisa jalan-jalan dengan modal keberanian dan persediaan yang kurang. Akhirnya kami pun memberanikan diri untuk melakukan perjalanan Backpacker, kalau kata orang mah..
Jam 00.00WIB, kita baru sampai gilimanuk, karena perjalanan darat dan laut yang kita pilih, bukan apa-apa, ya kita ingin menikmati saja perjalanannya, biar bisa menikamati Kereta api Sritanjung, Kapal Feri, dan bis yang memusingkan kepala.Karena tidak ada persiapan sama sekali soal penginapan, kami terpaksa mencari di daerah dekat terminal Ubung, yang akhirnya menemukan kamar seharga rp100.000/ malam. Kita chekc in untuk tiga hari ke depan.
Besoknya, kita menikmati danau Batur yang ada ritual mayat yang tidak dibakar, persembunyian bawah tanah pas kependudukan jepang di indo, kintamani, kuta dengan pesonanya, legian dengan kolonialisme halus, dan menikmati agama hindu yang membuatku ngeri menyaksiakan ketentramannya.
Ini hanya sebagain dari jutaan kesenanganku menginjakan kaki di Bali yang penuh dengan pesona alamnya.
"This is something that you did`nt see it everyday" James cameroon...

Perjalanan ini dimulai dengan ide busuk kawan saya, katanya "jalan-jalan ke bali yuk, ga perlu bawa duit banyak, yang penting keinginan yang berlimpah". Aku berpikir, iya juga. kapan lagi bisa jalan-jalan dengan modal keberanian dan persediaan yang kurang. Akhirnya kami pun memberanikan diri untuk melakukan perjalanan Backpacker, kalau kata orang mah..
Jam 00.00WIB, kita baru sampai gilimanuk, karena perjalanan darat dan laut yang kita pilih, bukan apa-apa, ya kita ingin menikmati saja perjalanannya, biar bisa menikamati Kereta api Sritanjung, Kapal Feri, dan bis yang memusingkan kepala.Karena tidak ada persiapan sama sekali soal penginapan, kami terpaksa mencari di daerah dekat terminal Ubung, yang akhirnya menemukan kamar seharga rp100.000/ malam. Kita chekc in untuk tiga hari ke depan.
Besoknya, kita menikmati danau Batur yang ada ritual mayat yang tidak dibakar, persembunyian bawah tanah pas kependudukan jepang di indo, kintamani, kuta dengan pesonanya, legian dengan kolonialisme halus, dan menikmati agama hindu yang membuatku ngeri menyaksiakan ketentramannya.
Ini hanya sebagain dari jutaan kesenanganku menginjakan kaki di Bali yang penuh dengan pesona alamnya.
"This is something that you did`nt see it everyday" James cameroon...



Comments
Post a Comment