Posts

Showing posts from January, 2015

Kecepatan 1000-bit/second

Image
Mantan bukan termasuk sel mati dari kita, terkadang ada bagian sel yang sangat parasit dan ada juga yang tidak, Yang namanya parasit tentu akan menggerus kepala dan mengobrak-abrik sekaligus isinya. Tiap orang selalu punya mantan, mantan dalam tanda petik meruang dan mewaktu. bukan sebatas material berbentuk tubuh, mempunyai hidung, senyuman manis atau rambut hitam yang tergerai. Mantan adalah kotak hitam dalam pesawat yang selalu diatur ulang, bisa kita putar meski sudah tenggelam ke dasar lautan masa lampau. Mantan tidak selalu berwatak buruk untuk sekarang ini, meski di masa lalu dengan subjektif kita berhipotesa dan berasumsi yang belum jelas kesimpulannya, dan kenyataannya mantan selalu dikambing hitamkan. Mantan tak cuma menyangkut perasaan, tapi bisa dibentuk premis major dan minor, hingga mendapatkan kesimpulan. Dari sini bisa kita dapatkan bahwa kenyataan hidup selalu mengulang kebenaran yang sama dan mengatur ulang sintesa . Dan mantan itu memang sangat sakti, me...

Menunggangi Gunung

Image
Badan sudah lama tak bergerak, pikiran kian tumpul dari filsafat, sama halnya dengan kawan Socrates yang enggan keluar dari goa. Aku hanya berdiam diri di kamar, memandangi buku-buku yang suram, atau pergi ke warung kopi untuk melepas penat. Kamar kost dan warung kopi rasanya sudah mengekangku, kesibukanku hanya itu-itu saja. Jika dikatakan hedon, ya, jika dikatakan konsumerisme, ya, terserah lah, aku hanya manusia desa yang terjebak di tubuh kota. Kejenuhan itu sudah lama aku rasakan, bahkan aku sudah mengkultuskan warung kopi sebagai rumahku yang kedua. Namun hari ke hari pengkultusan itu buyar dengan ketidak nyamananku akan ketergantungan, candu yang membuatku mabuk, sebuah keharusan untuk nongkrong, membicarakan ini dan itu, bergosip atau berbisnis. Jika warung kopi bisa menjawab penatku, ya, tapi itu sementara waktu, tidak membosankan namun aku perlu hal baru agar tidak terjebak di sana, terjebak pada kumpulan orang-orang hebat yang membuatku minder. Memang di warung kopi t...

Aku Terhibur Dengan Kesenduan

Image
Ini menit-menit terakhir, aku harus menelan keputusan yang sangat berat. Tak terasa dengan angka umurku, ya umurku sudah seperempat abad. Umur yang tepat menancapkan kegairahan dalam hidup, aku harus menikmatinya. Beberapa penyesalan terkadang sering datang. Kesedihan-kesedihan selalu ada, dan aku sering merawatnya. Manusia memerlukan kesedihan, itu diantara kebutuhan primer dalam jiwa manusia, selain bahagia, manusia sangat memerlukan kesedihan. Kesedihan memang tidak perlu dieksploitasi, justru kesedihan itu sendiri yang mengeksploitasi. Manusia selalu dibayang-bayangi dengan penyesalan hidup, kehampaan diri, kosong. Ya, tahun ini ibarat wajan besar yang menampung kesemuanya itu.  Pernah ada yang bilang, aku sudah terhibur dengan kesepian. Sangat puitis, ada tragisme mendalam dengan kalimat itu. Aku hanya mengangguk, mengiyakan. Aku memang mudah terhibur, berusaha untuk menghibur diri tetapi itu paradoks, dan ternyata ada yang lebih menghibur yaitu kesedihan. Kesed...