Wawancara Kemerdekaan (Tahun Lalu)
Menuju pesta pora kemerdekaan Indonesia, kali ini penulis mengajak pada jiwa-jiwa yang galau untuk merumuskan kembali apa makna "merdeka" sesungguhnya. Tidak usah bilang merdeka deh kalau masih stalking medsos mantan, atau bikin lagu galau sambil nangis di trotoar. Hmm. Semoga tidak berkaitan, saya mau bercerita kejadian tahun lalu, mungkin sebelumnya saya tidak perlu minta ijin ya, karena sudah. Saya mendengarkan teman-teman saya yang sedang membicarakan edukasi, spiritual dan teknik menghipnotis yang sesuai syariah. Di antaranya ada Harik, Cho, Novan, Ana, Mang Ucuy, Marten, Cicak dan semut di dinding. Tiba-tiba datang ilham, bukan si Ilham, tapi ilham keisengan saya untuk wawancara imajiner atau interview mendalam dengan penuh semangat nasionalisme. Materi interviewnya tidak aku tulis, sengaja biar lupa atau biar bebas apa yang mau aku bicarakan. Materi pertanyaanku sebenarnya sederhana ; Pertama, apa makna merdeka secara personal ? Kedua, bagaimana melanju...