Ramadhan Di Tanah Leluhurku
Menurutku Ramadhan adalah pesta yang ditunggu-tunggu, pesta yang tak pernah usai, pesta untuk mendapatkan pahala, mencari berkah, menikmati sajian khas, dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang mungkin sama dengan tempat lainnya, seperti menabuh bedug , menyalakan petasan dan ngabuburit . Sekarang,aku hampir lupa bagaimana merasakan suasana lama Ramadhan di rumah, sebagai anak rantau aku merindukan atmosfirnya. Romantisme ramadhan sangat berpengaruh terhadap kekinianku, bagaimanapun aku dibangun oleh kebiasaan dan warisan tanah leluhurku. Ya, aku selalu rindu untuk bertemu dengan Ramadhan. Saat bepergian jauh ke negeri orang yang kemudian terjebak oleh beban pekerjaan, aku sering mengingat hal manis pada masa kecilku. Meski aku hampir lupa nama ayah-ayah mereka, tetapi aku berusaha membangun kesadaran, berimajinasi ulang kejadian yang sudah lama itu. Sebenarnya yang paling melekat dan selalu membuat aku terkekeh-kekeh yaitu ket...