KERANCUAN EPISTEMIK DALAM KURIKULUM
Kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, ini dikorelasikan dengan analisis perspektif fungsional bahwasanya kurikulum harus relevan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Kurikulum mesti direnovasi jika kurikulum itu memang sudah basi dan tidak sesuai lagi dengan apa yang diharapkan dengan tujuan pendidikan. Kurikulum pendidikan di kota jangan disamakan dengan kurikulum pendidikan di desa, karena dari sarana dan prasarana pun jelas sudah berbeda antara kota dengan desa. Namun ada beberapa hal yang perlu disesalkan dari peromakan kurikulum tersebut yaitu, sumber daya manusia yang belum capable, sarana dan pra sarana, dan dana pendidikan yang belum juga dilaksanakan secara merata. Menyangkut dengan sumber daya manusia yang belum capable untuk menerima sepenuhnya kurikulum misalkan peserta didik yang ada di kota, atau bahkan peserta didik yang ada di kota yang tingkat kecerdasannya di bawah rata-rata. Tingkat kecerdasan manusia t...